Opening SBC (Syifa BasketBall Cup)

Syifa BasketBall Cup 2014. Acara Ini Adalah event tahunan BEM As-Syifa Boarding School seiringnya ada Hari Raya Iedul Adha / Iedul Qurban. Acara Ini temanya adalah Quban Cup Yang Bernama Syifa BasketBall Cup....

Idul Adha #Qurban #1435H

Foto-Foto Dokumentasi Suasana Idul Qurban 1435H di SMAIT As Syifa Boarding School Putra You Want Look? Klick In Here!

Sekolah Kerja Nyata (Cupunegara)

SKN atau Sekolah Kerja Nyata adalah agenda tahunan SMAIT As-Syifa khusus bagi murid-murid kelas 11. Sesuai namanya, SKN terinspirasi dari kegiatan mahasiswa yaitu...

Ramadhan di Asbosch

Ramadhan tiba… Ramadhan tiba… Ramadhan tiba… Asek dah, setelah satu tahun kita ditinggal tamu agung ini, akhirnya allah mempertemukan kita lagi...

Party Foremost

Foto-Foto Dokumentasi Suasana Pesta Anak-anak... eweuh gawe... You Want Look? Klick In Here!

Kamis, 12 Februari 2015

Diary Anak Boarding #1 : Dinamika Boarding

Hidup di boarding alias pesantren itu banyak suka dukanya. Tapi kalau bisa dihitung pasti, mungkin lebih banyak dukanya. Banyak tantangan buat bisa survive di boarding. Di samping peraturan yang bejibun gila, kita juga harus menyesuaikan diri dengan kehidupan sosial yang sangat erat di lingkungan boarding. Murid-murid yang datang dari berbagai penjuru Nusantara membawa budaya masing-masing yang begitu variatif. Hal itu menjadi tantangan tersendiri buat anak boarding.
Dalam pergaulan boarding yang gak gaul, kita harus bisa menyatu dengan penduduknya yang heterogen. Kalau kita gak bisa mengikuti arus sosial, bisa dipastikan kita bakal terkucilkan alias didiskriminasi. Salah satu dinamika unik boarding yang mungkin tidak ditemukan di sekolah umum, adalah anak boarding paling gak bisa menoleransi yang namanya comel alias lemes alias tukang ngadu. Hal ini memang menjadi dilema anak boarding. Di satu sisi Islam mengajarkan amar ma'ruf nahi munkar, di sisi lain kita juga harus menjaga ukhuwwah diantara teman-teman. Ini menjadi semacam buah simalakama, menjadikan anak boarding serba salah. Tapi bagaimana pun kita harus bisa menjadikan dua hal berjalan bersamaan.
Memang ribet hidup di boarding itu.

Farhan Fakhriza

Minggu, 18 Januari 2015

As-Syifa Festival 2015

Hello,...
Ada info lomba keren nih dari SMAIT As-Syifa Boarding School di subang jawa barat

SMAIT As-Syifa Boarding School
Present
As-Syifa Festival 2015

Pesertanya beragam, mulai dari adek2 SMP, sampai SMA di daerah Banten, Jakarta, Jabar dan sekitarnya.

Ada lomba apa aja nih:

 




Untuk Putri

  • MSQ (Mushabaqah Syahril Qur’an ) SMP-SMA sederajat di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
  • Quick and Smart SMP-SMA sederajat di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
  • Recycle Fashion Designer SMA sederajat di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
  • Duet Story Telling SMP-SMA sederajat di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
  • Business Plan SMA/SMK sederajat di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
  • Teater SMA sederajat di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten.
  • Puisi Berantai SMP sederajat di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten
  • Spelling Bee SMP sederajat di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.
  • Nasyid SMP dan SMA sederajat di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.
  • Short Movie SMP sederajat di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Untuk Putra

  • Basket SMP dan SMA se-Jawa Barat dan sekitarnya
  • Futsal SMP dan SMA se-Jawa Barat dan sekitarnya
  • Wall Art SMA sederajat se-Jawa Barat dan sekitarnya
  • Fotografi SMA se-Jawa Barat dan sekitarnya
  • Badminton SMP dan SMA se-Jawa Barat dan sekitarnya
  • Tenis meja SMA se-Jawa Barat dan sekitarnya

Bagi siswa kelas VI (kelas 6) atau tingkat SD diizinkan untuk bermain dilevel SMP

Gimana, banyak banget khan sob pilihannya?..
Silahkan dipilih lomba apa yang paling sesuai dengan bakat dan minat sobat

Buruan!!,.
Jangan sampai terlambat!.

Nih Sob Syarat dan Ketentuannya:
Di baca dulu ya.

Registrasi

Registrasi SYIFEST 2015 dibuka mulai dari tanggal 24 Desember 2014 sampai dengan 18 Januari 2015.
Formulir registrasi dapat diunduh dari web resmi SYIFEST 2015 : www.syifest.com
Peserta wajib mengisi formulir registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melampirkan surat izin/keterangan dari sekolah. Formulir registrasi dapat dikirim melalui e-mail : syifestputri@gmail.com untuk lomba putri dan syifest2015@gmail.com untuk lomba putra
Registrasi dapat via online maupun via onsite. Untuk via onsite kami hanya membuka registrasi pada hari Minggu pukul 09.00-14.00 WIB di ruang administrasi SMAIT As Syifa Boarding School putri dan diwajibkan untuk membawa kartu pelajar.

Biaya registrasi :

- MSQ (Mushabaqah Syahril Qur’an ) : Rp.75.000,00
- Quick and Smart : Rp.75.000,00
- Recycle Fashion Designer : Rp.75.000,00
- Duet Story Telling : Rp.50.000,00
- Business Plan : Rp.75.000,00
- Teater : Rp.200.000,00
- Puisi Berantai : Rp.75.000,00
- Spelling Bee : Rp.100.000,00
- Nasyid : Rp.100.000,00
- Short Movie : Rp.30.000,00
- Basket : Rp.200.000,00
- Futsal : Rp.200.000,00
- Wall Art : Rp.100.000,00
- Fotografi : Rp.100.000,00
- Badminton : Rp.50.000,00
- Tenis meja : Rp.50.000,00

Biaya registrasi termasuk makan siang
• Pembayaran dilakukan dengan transfer melalui rekening bank :
Nama : Hevi Rilgivya QQ Amelinda Dhiya Farhah
Bank : Bank Syariah Mandiri
No. Rekening : 7067129274

Dan mengirimkan bukti pembayaran melalui e-mail : syifestputri@gmail.com
Sebelum tanggal 23 Januari 2015. Untuk lomba putrid.

Dan
Nama : a.n Abdul Latif
Bank : Bank Muamalat
No. Rekening : 117-000-180-2

Dan mengirimkan bukti pembayaran melalui e-mail : syifest2015@gmail.com
Sebelum tanggal 18 Januari 2015. Untuk lomba putra.

Jika peserta melalukan pembatalan keikutsertaan maka uang registrasi tidak dapat dikembalikan.
Registrasi ulang dilaksanakan pada tanggal pada hari pertama SYIFEST 2015 di meja registrasi.
As-syifa festival 2015 tidak untuk pelajar kelas IX (kelas9) untuk tingkat SMP dan kelas XII (kelas12) untuk tingkat SMA
Bagi siswa kelas VI (kelas 6) atau tingkat SD diizinkan untuk bermain dilevel SMP, dan untuk siswa kelas IX (kelas 9) atau tingkat SMP diizinkan untuk mengikuti lomba dilevel SMA
Umur maksimal peserta As-syifa festival 2015 adalah 15 tahun per 1 juli 2015 (lahir setelah atau pada 1 juli 2000) untuk tingkat SMP dan 18 tahun per 1 julli 2015 (lahir setelah atau pada 1 juli 1997) untuk tingkat SMA
Untuk lomba Futsal dan Basket terdapat dua kategori kompetisi yaitu untuk SMP dan SMA.
Untuk lomba lainnya hanya ada satu level kompetisi yaitu SMA namun untuk siswa SMP yang berminat untuk mengikuti diperkenankan mendaftarkan diri.

Setiap team wajib memberikan contact person pelatih / official

2. Technical Meeting

Technical Meeting akan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 23 Januari 2015 pukul 13.30 WIB di aula sekolah SMAIT As Syifa Boarding School
Peserta diwajibkan mengikuti technical meeting

More info:
Jangan sungkan2 hubungi panitia di:
Contact Person
 
  • Muhammad Ghozi : 085883566928 
  • Fadhilah Khoirunnisa : 089622298624



Media

e-mail:

  • syifestputri@gmail.com (putri)
  • syifest2015@gmail.com (putra)

Website penyelenggara: http://www.syifest.com/
NB ! Silahkan Copy paste, dengan tetap mencantumkan sumber




Official Trailer


Senin, 06 Oktober 2014

Opening SBC (Syifa BasketBall Cup)

Syifa BasketBall Cup 2014. Acara Ini Adalah event tahunan BEM As-Syifa Boarding School  seiringnya ada Hari Raya Iedul Adha / Iedul Qurban. Acara Ini temanya adalah Quban Cup Yang Bernama Syifa BasketBall Cup....

Minggu, 05 Oktober 2014

Minggu, 28 September 2014

Sekolah Kerja Nyata (Cupunegara)


           SKN atau Sekolah Kerja Nyata adalah agenda tahunan SMAIT As-Syifa khusus bagi murid-murid kelas 11. Sesuai namanya, SKN terinspirasi dari kegiatan mahasiswa yaitu KKN atau Kuliah Kerja Nyata. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih tanggung jawab serta memberikan pengalaman bermasyarakat pada para murid SMAIT As-Syifa. Memang tak bisa dimungkiri, program-program As-Syifa selalu selangkah lebih maju dibanding sekolah-sekolah lain.
            Inti dari kegiatan SKN ini sebenarnya untuk mengabdi kepada masyarakat desa. Di sana kami dituntut untuk berbaur dengan segala lapisan masyarakat mulai dari petani, pedagang, pelajar, anak kecil, remaja, hingga para pejabat. Waktu sepekan yang disediakan mesti dimanfaatkan untuk mengabdi pada dengan kesungguhan dan ketulusan.

            Foremost On SKN

            Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Foremost dipercaya untuk mengabdi pada masyarakat di Desa Cupunagara. Satu desa terpencil yang merupakan bagian dari Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24-29 Agustus 2014. Tidak seperti tahun lalu, SKN tahun ini dimajukan jadwalnya menjadi semester satu. Karena semester dua sudah mulai musim hujan sehingga bisa menghambat kegiatan yang telah dirancang.
            Adapun teknisnya, sebanyak 84  murid anggota Foremost -2 orang tidak diizinkan ikut oleh sekolah karena suatu alasan- dibagi menjadi empat divisi. Divisi Rohis, IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), SOSEKO (Sosial Ekonomi) dan ORKES (Olahraga dan Kesehatan). Masing-masing memiliki tugas pokok yang harus dilaksanakan. Sementara untuk menginap, dibagi menjadi 22 kelompok. Setiap kelompok menghuni satu rumah warga.
            Kegiatan-kegiatan yang telah dirancang berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pengajian di masjid berjalan kondusif, perlombaan-perlombaan berjalan seru dan pembagian baksos serta pelaksanaan pasar murah disambut antusias oleh warga.
            Satu pekan berlalu cepat. Serunya aktivitas membuat kami betah di sana. Bergaul dengan anak-anak kampung yang polos, mengajar murid-murid dengan segala kekonyolan, masyarakat yang menyambut dan memperlakukan kami dengan ramah, ditambah lagi suasana pedesaan yang asri benar-benar membuat kami enggan meninggalkan desa. Tak hanya kami, masyarakat setempat pun, terutama anak-anak yang sudah akrab, berat melepas kepergian kami. Tak sedikit yang bahkan sampai mengucurkan air mata. Hal itu menjadi salah satu indikasi kesuksesan kami mengabdi.
            Begitulah SKN 2014 berlalu. Tidak keliru para guru menyatakan bahwa momen ini amatlah berharga. Kami mendapat banyak pelajaran berharga dari kegiatan ini. Semoga keberadaan kami disana tetap dikenang dan diingat, menjadi kenangan tak terlupakan bagi para warga.

Sekilas Dokumenter









           


Minggu, 24 Agustus 2014

Janjiku (oleh Sholih)



Janjiku
Oleh : Sholih

Inilah Islam..
Agama yang tentram..
                Inilah agamaku..
                Agama yang tidak kaku..
                Bagi siapapun yang patuh
Itulah agamaku..
Ku ikuti tanpa ragu..
Agama sempurna..
Jaminannya surga..
                Namun apa yang terjadi..
                Agamaku berpecah belah tanpa henti..
                Dimulai dari khilafah yang berhenti..
                Dikarenakan si laknat yahudi..
Ingin rasanya..
Kurubah semuanya..
Ku ulang kembali..
Masa emas yang terhenti..
                Namun aku hanyalah pelajar..
                Yang hanya bisa terus belajar..
                Yang terkadang kurang hajar..
                Bahkan harus ditampar..
Tapi..
Aku berjanji..
Takkan pernah berhenti..
Untuk terus berlari..
Sampai islam bangkit kembali
Walaupun ku harus mati..
                Tabahlah..
Sabarlah..
Dan yakinlah..
                Wahai para perindu khilafah..
                Suatu saat nanti..
                Khilafah pasti tegak kembali..
                Sebelum aku mati..
                Jika allah menghendaki..

Ramadhan di Asbos



Ramadhan tiba… Ramadhan tiba… Ramadhan tiba…
Asek dah, setelah satu tahun kita ditinggal tamu agung ini, akhirnya allah mempertemukan kita lagi dengan ramadhan tahun 1435. Alhamdulillah.
Bagi anak-anak Foremost, ini adalah ramadhan kedua di asbos, tentu kami sudah tidak terlalu asing dengan suasana ramandhan di asbos. Tidak seperti di rumah, suasana ramadhan di asbos itu kerasa banget. Setiap ada waktu luang, entah itu di kelas, kamar, ataupun masjid, kerap terdengar dengung tilawah al-qur`an.
Buat kalian yang belum pernah ngerasain “nikmatnya “ Ramadhan di Asbos, kami akan sedikit menjelaskanta, siapa tahu kalian tertarik masuk asbos. Iya kan? :D
Ada banyak keunikan ramadhan di asbos, dan mugkin diantaranya umum terjadi di sekolah-sekolah boarding lainya. Well, inilah keunikan ramadhan di asbos, khususnya SMAIT. Kam tidak akan memilah mana yang positif  & Mana yang negatif, karena hal itu kembali pada persepsi masing-masing. Here are they :

1.       Antusiasme Tilawah Al- Quran.

Mulai masuknya ramadhan, ba`da sholat maghrib di hari terakhir bin sya`ban, yang menandakan dimulainya bulan baru di kalender hijryah, segenap “penduduk asbos siap mewujudkan target khatamanmya masing-masing. Para murid, guru, maupun wali asrama, semuanya begitu antusias menyambut ramadhan. Lantunan ayat suci yang dibaca berbarengan menciptakan suara riuk yang menentramkan sekaligus mengggetarkan diding masjid.
Hali itu tidak terjadi ehari dua hari saja melainkan terus menerus selama bulan ramadhan meskipun jika diteliti kabanyakan murid mengalami penurunan dalam capaian tilawah perharinya, namun tidak terlalu signifikan.
SMAIT menetapkan capaian minimal tilawah yang harus di selesaikan sebelum liburan, yaitu 2 kali khatam. Hal ini berarti seluruh murid harus 2x menyelesaikan tilawahnya dalam waktu 3 pekan. Susah gak tuh, brad? Buat sebagian besar murid yang notrabene lulusan smp boarding si gampang-gampang saja. Tapi bagi murid dari smp negri mungkn agak keteteran, ya kalau belum biasa. Meski begitu, bukan anak asbos namanya kalau mudah menyerah!
2.       Lomba Sprint Jarak Pendek Ba`da Sholat magrib
Antrian bukan hal yang asing lagi di boarding. Antri mandi dan makan adalah sebuah keniscayaan bagi setiap siswa boarding school. Dikarenakan jumlah murid yang cukup banyak, tentu berlaku “hokum rimba” di sini. Siapa cepat dia dapat. Lho, bukanaya hum rimba berbunyi “siapa kuat dia menang”? baiklah, kita sebut saja hukum itu “hukum boarding”.
Ada beberapa tips agar tidak terjebak antrian untuk mandi, mandilah pada waktu-waktu sepi! Kalau tidak sanggup sebelum subuh maka setelah subuh atau tahfidz, segeralah menuju kamar mandi! Jangan berleha-leha dulu apalagi tidur, itu berabe jadinya, bisa telat berangkat sekolah. Makanpun sama, berangkatlah se-awal mungkin! Tapi kalau ini resikonya kebih gawat, keabisan jatah makanan! Apalagi kalau menu yang bersifat “uncountable” sebperti sayur, tempe oreg, mie, dsb., dan kebetulan sedang tidak ada ustad yang berjaga, kemungkinan besar bakal kehabisan.
Nah, Kolaborasi dari hukum boarding ditambah nafsu berbuka puasa ditambah  “watak orang Indonesia” yang cenderung tidak teratur, menghasilkan fenomena ini.
Meskipun hal ini tidak dilakukan semua murid, namun fenomena “unik” ini cukup terlihat. Setelah melaksanakan  sholat maghrib, dzikir dan sholat ba`diyah yang dilakukan secepat kilat, sebagian murid yang “tidak kuat menahan nafsunya” segera berpacu menuju tempat antruan di depan kantor asrama. Kompetinsi sprint dadakan pun tak terelakan. Sebagian yang lebih nekat bahkan tidak melaksanakan sholat sunnah ba`diyah.
3.       “Kenikmatan” menu Makan Menurun.
Sudah menjadi hal yang lazim bagi murid-murid Boarding school untuk bersikap “apa adanya” terhadap menu makan. Meskipun menu makandi asbos cenderung enak, tapi adakalanya menu makan di dapur tidak disukai banyak murid.
                Nah, di bulan ramadhan ini, menu makan dapat anggaran tambahan yang bersifat sukarela dari para orang tua murid. Hal itu menejadikan menu sahur dan berbuka puasa menjadi lebih “wah”. Namun jika di perhatikan, menu makan tersebut semakin berkurang “kenikmatanya” seiring waktu. Misalnya, menu sahur hari pertama ; ayam goreng, hari kedua ; telur goreng, hari ketiga ; tempe goreng, dan hari ke empat ; tahu goreng. Keren kan? :D
Meski begitu, menurut Badan Survey Angkatan Foremost atau BSAF (emang ada?), penurunan kenikmatan ini hanya terjadi pada menu makan sahur saja, sementara menu berbuka menunjukan grafik naik turun. BSAF berspekulasi bawa pihak dapur mengatur alokasi dana yang ada untuk menstabilkan menu berbuka. Karena menu sahur tidak akan terlalu dinikmati, apalagi makanya sambil mengigau (?)
Menu sahur di 3 hari pertama
Hari ke -1      : Ayam Goreng           C
Hari ke -2      : Perkedel Jagung              A
Hari ke -3      : Tempe Goreng                      D

Menu berbuka 3 hari pertama
Hari ke -1      : Ayam Goreng           C
Hari ke -2      : Daging Bumbu         C
Hari ke -3      : Telur Dadar                      D

Itulah 3 hal unik yang terjadi selama ramadhan di boarding school. Kaloau dirasakan alngsung jelas akan lebih terasa “sensasi”nya. Maka kaloau ada yang bilang “nyantri” itu bikin bete, terkekang, terisolir, itu salah. Selama niat kita baik dan tekad kita kuat, kehidupan di pesantren akan terasa menyenangkan

Kamis, 21 Agustus 2014

Asbos Party





Tugas Seni (DokumenJadul)









The Truth of Life


Anak Religius Kesulitan Membedakan Fakta dan Fiksi

Paparan terhadap ajaran agama memengaruhi kemampuan anak dalam membedakan fakta dan fiksi. Hal itu terungkap dalam publikasi riset di jurnal Science Cognitive.

Anak-anak yang aktif dalam kegiatan keagamaan, misalnya di gereja, terlampau mafhum terhadap karakter dalam cerita kitab suci ataupun fantasi.

Kathleen H Corriveau, dari School of Education di Boston University, dan rekannya melakukan penelitian dengan melibatkan sejumlah anak berusia 5-6 tahun.

Anak-anak dibagi dalam 4 kelompok, yakni yang belajar di sekolah umum dan ke gereja, di sekolah umum tetapi tidak ke gereja, di sekolah agama dan ke gereja, serta di sekolah agama tetapi tidak ke gereja.

Semua anak diperkenalkan pada tiga jenis cerita, yaitu cerita kitab suci, cerita fantasi (penuh keajaiban), serta cerita yang realistis (unsur ilahi dan keajaiban dihilangkan).

Selanjutnya, semua anak diminta untuk menilai karakter protagonis dalam cerita, apakah nyata atau fiksi.

Semua anak menyatakan bahwa karakter protagonis nyata dalam cerita realistis. Ini tidak mengejutkan.

Namun, ketika dihadapkan pada cerita kitab suci, penilaian masing-masing anak berbeda. Anak yang belajar agama lebih banyak menilai bahwa karakter protagonis dalam cerita itu nyata, sementara anak yang sekuler menilai fiksi.

Demikian pula ketika anak dihadapkan pada cerita fantasi. Anak yang kurang terpapar ajaran agama menilai bahwa tokoh protagonis beserta keajaiban dalam cerita itu fiksi.

Diberitakan situs IFLScience.com, Jumat (25/7/2014), Corriveau menilai bahwa agama membuat anak sulit membedakan antara fiksi dan nyata.

Peneliti mengakui bahwa faktor-faktor lain yang memengaruhi penilaian anak belum diperhitungkan dalam risetnya. Namun, ia beranggapan bahwa agama memang berperan penting.

Jadi, bagaimana dengan kita yang hidup di As-Syifa? Bukankah kita menuntut ilmu di sekolah agama dan kita selalu pergi ke Masjid? Jadi, kita tidak bisa membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi dong?. Tentu saja tidak, dengan bersekolah di As-Syifa kita bukan hanya dapat membedakan mana yang fakta dan fiksi, tetapi kita mendapatkan yang lebih istimewa yaitu kita dapat membedakan mana yang benar dan yang salah, yang bermanfaat dan yang merugikan. Bukankah Islam telah mengajarkan kita untuk mengamati sesuatu dengan lebih seksama, melihat kedalam lebih jelas. Itulah yang membedakan kita, kita bukan hanya tahu yang benar dan salah, tetapi kita tahu yang terbaik untuk kita dan alam semesta.

Dari  :  Sena
Kelas :  11-IIS